Rabu, 18 Agustus 2010

Jangan biarkan diri kita bersandar pada sesuatu

Kenikmatan hidup terkadang membuat manusia menjadi lupa diri. Loh memang kenapa? Kan hidup itu harus dinikmati?. Menikmati hidup akan lebih berarti bila kita selalu bersyukur akan apa yg Allah SWT titipkan dan percayakan kepada kita. Bila kita sedang dimudahkan rejeki, bersyukurlah dengan tetap sadar bahwa harta itu hanya titipan semata. Bukan milik kita sepenuhnya. Kita hanya dijadikan jalan lewat untuk mengelola harta tersebut. Ada hak anak yatim didalamnya, ada hak fakir miskin, ada hak orang tua, sanak saudara dan hak karyawan atau manusia lainnya di sekeliling kita. Dengan selalu sadar akan hal itu akan membuat kita menjadi lebih siap manakala Allah mengurangi atau bahkan menghentikan limpahan rejekinya pada kita, kita tdk lantas merasa kehilangan yg bisa membuat diri kita stress, sedih bahkan sakit.
Tetap berpositif thinking membuat kita tidak berhenti untuk selalu berusaha dan berdo'a. Selalu percaya bahwa Allah sedang menguji keimanan kita, dan Allah tidak akan menguji manusia di luar batas kemampuannya. Maka dalam kondisi apapun garis kehidupan kita berada, teruslah bersyukur, berikhtiar dan amanah. InsyaAllah kita akan merasakan kenikmatan hidup menjadi lebih indah.

Sent from my Berry®

Selasa, 17 Agustus 2010

Mencoba ngelapak di bulan penuh berkah

Berjualan memang selalu ada masa pasang surut. Adakala mengalami kondisi yang bener2 laris hingga sering kehabisan stok. Adakalanya pula penurunan penjualan terjadi. Itulah dinamika perdagangan yang harus dilalui oleh setiap pelaku dagang.
Dua bulan terakhir tingkat penjualan sandal memang mengalami penurunan. Pasar seolah sepi dan sangat tidak bersahabat. Dari survey yang saya lakukan ke jaringan di bawah mengatakan jika penurunan ini cenderung disebabkan oleh 2 hal. Pertama karena momen liburan anak sekolah, sebagian alokasi anggaran masyarakat adalah untuk program liburan bersama keluarga. Dan yang kedua adalah momen tahun ajaran baru yang juga membuat masyarakat umum konsentrasi pada biaya pendaftaran sekolah putra-putrinya, biaya daftar ulang dan biaya2 untuk keperluan sekolah.

Senin, 16 Agustus 2010

Hari ini kakak puasa penuh

Alhamdulillah...hari ini kakak(panggilan untuk putra pertamaku, Rafy) bisa puasa penuh. Awalnya hanya berniat puasa setengah hari seperti hari2 sebelumnya, tapi akhirnya bisa lanjut terus hingga maghrib.
Hari Minggu ini kami bermalam di rumah orang tua di Buduran. Seperti biasa setiap bertemu dg adik sepupunya Rafy selalu merasa gemes dan tak tahan untuk mencium adiknya. Selepas mandi pagi Rafy asik nonton TV sambil sesekali menggoda dg gemes adiknya Dio dan adik sepupunya Raya. Kegemesannya kadang membuatku dan bundanya Raya sedikit geregetan dg Rafy. Seringnya kami ngomel krn sering Rafy membuat adiknya menangis. Lelah diomelin krn menggoda adiknya sekitar jam 11.30 Rafy tertidur. Hingga jam 14.00 Rafy baru bangun. Begitu Rafy bangun dan melihat jam, dia terkejut dan berkata " yah..udah jam 2, aku ketinggalan dong buka puasanya". Terus Enin menyuruh Rafy untuk mencoba meneruskan puasanya hingga maghrib. Dan Rafypun menyanggupi. Alhamdulillah Rafy sudah mampu untuk menepatinya.
Menjelang buka, sebentar2 rafy tanya ke Eninnya, "kurang berapa jam bukanya Nin?". Yah...dasar anak kecil, tidak sabar dia ingin segera minum. Kebetulan sore ini Enin membuat es oyen sebagai takjil berbuka, yang nampaknya sangat segar dan manis bila dimakan.
Alhamdulillah...sore ini bisa berbuka puasa dengan nikmatnya di rumah Enin.
Semoga tidak hanya hari ini kakak berpuasa sehari penuh.

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Minggu, 08 Agustus 2010

Asiknya mudik

Mudik lagi setelah 2 tahun yang lalu kami sekeluarga ke Bogor. Kampung nenek moyang keluarga besar kedua orang tuaku. Ternyata sangat mengobati kerinduanku akan masa kecil yang hampir tiap tahun mudik berlebaran bersama Emah dan Ipih (panggilan untuk nenek dan kakekku)
Bersama ayah, ibu, suami dan kedua putraku, kami kembali pulang ke Bogor dalam rangka menghadiri acara pernikahan si Ajeng, putri bungsu dari bibiku.
Kunikmati perjalanan dan suasana saat tiba di Bogor. Meski sering tersasar karena lupa jalan, aku dan suami tetap enjoy dan selalu tertawa, kami nikmati saja perjalanan yg mondar mandir, hihihi...
Perjalanan berangkat hingga tiba di Bogor cukup lancar, acara demi acara kami lalui dengan enjoy. Bahkan kami sempat jalan2 ke Tajur, pusat perbelanjaan tas di Bogor. Makan asinan bogor dan touge goreng juga tak terlewatkan. Hotel yang kami tempati juga cukup nyaman. Si kecilpun merasa nyaman dan tidak rewel sama sekali. Loh, kok tinggal di hotel? Bukannya banyak family? Hehe betul banyak family, tapi jika sedang punya hajat, biasanya rumah akan terasa ramai dan bising. Kami hanya memikirkan untuk kenyamanan sikecil yang baru saja berusia 2 bulan.
Perjalanan pulang kami start dari rumah kakakku di Cilodong. Suami memutuskan ingin lewat Bandung dan lanjut ke jalur selatan. Dalam perjalanan pulang kami sempatkan mampir ke Taman Safari dan Taman bunga di Jonggol. Sungguh menyenangkan.
Alhamdulillah kami bisa sampai selamat hingga di Sidoarjo kembali.
Semua kembali dalam kondisi sehat, syukur alhamdulillah.


Sent from my Berry®

Entri Populer

 
Blogger Templates