Minggu, 16 November 2008

Anggapan Keliru Osteoporosis Bisa Disembuhkan dgn Susu

Dokter dan ahli gizi pada umumnya menyarankan pasiennya yang menderita osteoporosis untuk mengonsumsi lebih banyak susu dan produk susu lainnya karena mengandung kalsium tinggi. Kedengarannya cukup masuk diakal, tetapi tidak akan berhasil. Orang Amer ika dan Eropa Utara mengonsumsi 800 mg - 1200 mg kalsium sehari, tapi tetap saja mereka lebih menderita osteoporosis daripada orang Asia dan Afr ika yang mengonsumsi 300 mg - 500 mg kalsium per hari.
Penyebab utama osteopororis adalah terlalu banyak mengonsumsi acidic yang berasal dari daging, gula dan bahan-bahan yang mengandung kimia. Untuk menetralisir aciditas tersebut, tubuh mengambil kalsium (alkalin) dari tulang. Sehingga masalah osteoporosis bukanlah bahwa seseorang itu tidak cukup memakan kalsium. Masalahnya adalah mereka ke hilangan kalsium.

Minggu, 12 Oktober 2008

Pikirkanlah sebelum Mengeluh

Hari ini…sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum kamu mengeluh tidak punya apa-apa
Pikirkan tentang seseorang yang harus meminta-minta di jalanan.

Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

Sebelum kamu mengeluh tentang pasangan mu.
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup

Sebelum kamu mengeluh tentang nasib hidupmu,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat

Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul

Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu lalai
Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan dengan apa adanya

Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan

Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
Pikirkan tentang pengangguran dan orang-orang cacat yang mencari pekerjaan seperti mu

Sebelum kamu menunjukkan jari telunjukmu untuk menyalahkan orang lain,
Pikirkanlah, bahwa keempat jarimu yang lain menunjuk padamu dan tidak ada orang yang tidak pernah membuat kesalahan.

Have a positive day!

(nurulhayat.or.id)

Mengatasi masalah dengan hati

Kehidupan memiliki permasalahan yang begitu kompleks. Dalam permasalahan yang kita hadapi, pernahkah kita berfikir untuk membantu orang lain dalam memecahkan masalahnya? Barangkali yang terbersit dalam pikiran kita adalah "boro2 membantu menyelesaikan masalah orang lain, masalah saya sendiri sampai saat ini masih juga belum selesai" cape deh...

Persoalan yang mungkin menurut kita begitu rumit untuk diselesaikan, akan sedikit lebih ringan bila kita berfikir ringan, buat masalah menjadi lebih simpel. Kembali lagi buka hati untuk ikhlas menerima masalah tersebut, introspeksi dan segera cari jalan keluar. Bila ada teman, saudara atau siapapun juga yang memerlukan pertolongan kita dalam membantu masalahnya, segeralah bantu. InsyaAllah dengan ikhlas kita membantu maka Allah akan membantu persoalan kita. Amin

Enterpreneur dan Sufipreneur...apa yang membedakan?

Dalam sebuah artikel yang pernah saya baca ada yang menarik perhatian saya. Yaitu tentang basic pengertian dan pemahaman Enterpreneur.

Entrepreneur manajemen bisnis pada umumnya meletakkan tujuan atau target menjadi bagian yang amat penting. Sehingga pada prakteknya sering kali pola ini tidak memperdulikan proses dalam mencapai tujuan. “Yang penting hasilnya mana?!”. Sedangkan Sufipreneur meletakkan proses sebagai substansi. Sedangkan tujuan ditempatkan pada ‘serah diri’. Bukan berarti sufipreneur tidak punya tujuan hidup. Namun sufipreneur sadar bahwa keputusan terbaik adalah keputusan Allah. Bahwa penciptanya lah yang lebih tau apa yang terbaik untuk dirinya. Oleh karena itu tujuan dan hasil diserahkan sepenuhnya pada Allah.

Dari tulisan tersebut, saya bisa simpulkan bahwa ikhlas adalah jalan kita untuk untuk selalu berserah diri pada yang Maha Khaliq. Apapun usaha atau bisnis yang kita jalani adalah semata2 ikhtiar kita dalam menjalani roda kehidupan. Jauh di luar kemampuan kita Allah harus selalu menjadi tujuan akhir. Karena Allah adalah penentu segalanya. Somoga kita senantiasa mendapat petunjuk dan perlindunganNya. Amin

Entri Populer

 
Blogger Templates