Senin, 10 Januari 2011

Jangan Takut Menghadapi Debt Collector Kartu Kredit

Apabila Anda terpaksa harus berhadapan dengan debt collector kartu kredit, ada dua hal yang harus Anda ingat. Pertama, persoalan utang piutang berada pada ranah hukum perdata, artinya tidak ada sanksi hukuman badan bagi Anda apabila tidak sanggup membayar cicilan kartu kredit Anda. Kedua, tidak ada barang sesuatu pun yang Anda jaminkan untuk mendapat fasilitas ini, artinya pihak bank penerbit kartu kredit Anda tidak dapat dengan serta merta menyita asset Anda.
Terdapat dua strategi debt collector kartu kredit yang kerap digunakan untuk menekan Anda. Pertama, debt collector kartu kredit memanfaatkan “rasa malu” Anda. Debt collector akan berusaha mempermalukan Anda, baik di rumah maupun di kantor Anda.
Dia akan berbicara keras-keras bahwa Anda menunggak hutang, hingga Anda merasa malu dengan tetangga atau kolega di kantor. Strategi kedua, debt collector akan menakut-nakuti Anda dengan berbagai macam bentuk intimidasi. Mungkin dia akan mengeluarkan ancaman untuk melukai Anda secara fisik, atau bahkan mengancam akan membunuh Anda.

Senin, 03 Januari 2011

Ketika masalah itu datang...

Hutang memang seolah tidak pernah terlepas dari sebuah kegiatan usaha. Pengusaha pemula dengan semangat optimisme yang tinggi sering memanfaatkan kredit bank sebagai modal usaha. Dan saya tidak memungkiri  bahwa saya adalah salah satu pelaku usaha yang memanfaatkan kredit bank sebagai modal usaha. Jika kilas balik ke belakang,  saya memulai usaha sejak tahun 2000, awal usaha saya adalah mangelola usaha perdagangan computer retail, hardware, software milik seorang teman, hingga tahun 2003 aku dan suami membuka usaha kami sendiri. Dari situlah awal saya mengenal kredit bank, baik KTA atau kartu kredit. Awalnya 1 KTA dan 1 Kartu kredit. Usaha kami berkembang, kredit bank kami nilai sangat membantu perkembangan usaha dan kehidupan saya. Dengan reputasi pembayaran yang baik, bagai virus, bank2 lain berdatangan untuk menawarkan kreditnya pada saya. Kredit2 tersebut saya  ambil guna mengembangkan usaha dan menambah cashflow perputaran usaha. Di akhir tahun 2006, suami mengembangkan usaha dibidang AMDK (Air Minum Dalam Kemasan). Rupanya bank mamantau terus perkembangan kami  dan terus memberikan kepercayaan dengan menaikkan limit kredit kami. Seolah begitu mudah dan dimudahkan saya mendapatkan kredit bank. Dan di Awal tahun 2008 saya memutuskan untuk berhenti bekerja yang jaraknya lumayan jauh dari rumah. Suami menghandle  semua usaha di luar rumah dan saya berencana untuk berbisnis di rumah. Dengan niat ingin lebih memperhatikan anak di rumah, saya memulai usaha di bidang sandal karakter. Alhamdulillah, usaha berkembang dan suamipun terjun membantu usaha kami, khususnya dlm produksi. Berkembangnya usaha tentu membuat pendapatan kami semakin bertambah. Tapi dalam pikiran saya sama sekali tidak terpikir (bahkan terbersitpun tidak) untuk menutup hutang2 saya di bank. Saya seolah semakin berambisi untuk lebih mengembangkan bisnis. Saya semakin berani untuk mengambil kredit bank yang lebih besar lagi. Tanpa saya sadari saya sudah mengambil resiko yang begitu besar. Saya hanya berpikir positif dan optimis bahwa selama saya action dan tidak berhenti usaha, pembayaran kredit akan terus berjalan normal, lancarlah pokoknya….
Mungkin pemikiran saya ini banyak pula dialami oleh para pelaku usaha lainnya. Jadi perkembangan usaha bukannya membuat hutang kita semakin berkurang, tapi justru kita makin berambisi, makin berani untuk menciptakan hutang baru. Astaghfirullah….
Dan pemikiran optimis sayapun tidak berjalan sebagaimana skenario yang saya inginkan, musibah itu datang, akhir tahun lalu (2010) usaha kami mengalami penurunan yang sangat drastis, hingga salah satu unit produksi harus berhenti secara total. Masalahpun mulai muncul, saya mulai kesulitan dalam pembayaran kewajiban ke pihak bank. Yah..saya bermasalah dengan hutang….
Saya mulai mencari informasi dari teman2, dari buku2 dan dari internet tentang bagaimana menghadapi bank jika terjadi kredit macet.  Banyak informasi yang saya dapat, semua saya baca dan saya pelajari guna mempersiapkan mental saya saat benar2 saya harus menghadapi nya. Seolah mendapat tuntunan saya menemukan link yang membawaku pada sebuah website yang berjudul IIBF. Cerita akan berlanjut pada posting berikutnya ya, dah nguantuk banget nih….

Kamis, 02 Desember 2010

Alhamdulillah, kedua orang tuaku mau Umroh

Sore ini, kami sekeluarga berencana ke rumah orang tua. Kebetulan suami kakinya terkilir sehabis futsal td pagi dan berniat pijet ke tukang pijet langganan orang tuaku.
Hujan rintik menyertai kepergian kami ke rumah orang tua. Setibanya di rumah ibu kami ngobrol sambil menunggu adzan Maghrib. Setelah maghrib tukang pijetpun datang dan langsung memijat kaki suami yg terkilir. Saat hendak mengambil bantal ke kamar belakang aku dikejutkan oleh kehadiran seorang wanita berjilbab yg ada di dlm kamar tsb. Setelah bertanya pada Nita adikku barulah aku tau jika di adalah guru mengaji Ibuku. Alhamdulillah, (terucap dlm hatiku) akhirnya ibu mau belajar mengaji, tanpa berpikir lebih jauh mengapa dan ada apa.
Selesai belajar mengaji, ibu bercerita padaku bahwa ibu telah didaftarkan ayah untuk berangkat umroh. Mereka berencana umroh di tahun 2012. Subhanallah Alhamdulillah ya Allah.....

Rabu, 01 Desember 2010

Astaghfirullah...maafkan bunda ya sayang..

Pagi seperti biasa, aku terbangun pukul 04.30, ambil air wudhu dan sholat subuh. Selesai sholat aku nyalakan TV dan aku tune di MNCtv. Aku liat ada ustad Yusuf mansur yang memberikan tausiah tentang hikmah kejadian. Begitu serius aku dengarkan ceramahnya, selalu membuat hati menjadi adem dan membuat ingin selalu bersyukur kepada Allah SWT. Anak ke 2 ku terbangun, seperti biasa kakaknya selalu ikut terbangun bila si kecil bangun. Mereka berdua terlihat saling ngobrol dan bergurau dengan bahasanya sendiri, sementara aku serius menatap dan mendengarkan ceramah ustad Yusuf. Allahu akbar setiap aku menyaksikan ceramahnya seolah seperti memberi solusi terhadap masalah yg sedang aku hadapi, setidaknya solusi dalam menyikapi masalah dan mengingatkan untuk terus mendekatkan diri pada Allah SWT.

Entri Populer

 
Blogger Templates